Adab Sebelum Berilmu: Mengapa Ulama Menuturkan Adab Lebih Utama dari Ilmu?
Pentingnya menata adab dan akhlak sebelum menuntut ilmu. Petuah para ulama salaf tentang bagaimana adab menjadi wadah yang menjaga keberkahan ilmu.
Dalam tradisi keilmuan Islam, ada satu kaidah emas yang senantiasa diwariskan dari generasi ke generasi: “Pelajarilah adab sebelum kamu mempelajari ilmu.”
Di zaman sekarang, informasi dan ilmu sangat mudah diakses hanya dalam hitungan detik. Namun, tidak jarang kita menemui seseorang yang ilmunya luas, tetapi tutur katanya melukai, sikapnya sombong, dan kehadirannya justru meresahkan. Di sinilah pentingnya memahami mengapa para ulama terdahulu begitu menekankan pentingnya adab sebelum ilmu.
Nasihat Para Ulama Salaf tentang Adab
Para ulama besar tidak pernah main-main dalam masalah adab. Mereka mendedikasikan waktu yang panjang hanya untuk mempelajari adab sebelum mendalami kitab-kitab hadis maupun fikih.
-
Imam Malik bin Anas pernah menasihati seorang pemuda Quraisy:
“Pelajarilah adab sebelum engkau mempelajari ilmu.”
-
Abdullah bin al-Mubarak menuturkan:
“Aku mempelajari adab selama tiga puluh tahun, dan aku mempelajari ilmu selama dua puluh tahun. Mereka (para ulama) mempelajari adab terlebih dahulu sebelum ilmu.”
-
Ibnul Mubarak juga pernah berkata:
“Hampir-hampir adab itu menjadi dua pertiga dari ilmu.”
Mengapa Adab Lebih Didahulukan dari Ilmu?
1. Adab Adalah Wadah Bagi Ilmu
Ilmu yang suci memerlukan wadah yang bersih. Hati yang dipenuhi kesombongan, riya, dan adab yang buruk bagaikan bejana yang kotor — sebersih apa pun air ilmu yang dituangkan ke dalamnya, ia akan ikut tercemar.
2. Tanpa Adab, Ilmu Bisa Menjadi Fitnah
Ilmu tanpa adab berpotensi menjadikan seseorang merasa lebih tinggi dari orang lain, mudah menghakimi, dan gemar berdebat hanya untuk menunjukkan keunggulan diri. Bukannya mendekatkan diri kepada Allah, ilmu justru menjajakannya pada kesombongan iblis.
3. Keberkahan Ilmu Terletak pada Adab
Ilmu bukan sekadar banyaknya hafalan atau tingginya gelar, melainkan keberkahan dan amalnya. Seseorang yang memiliki adab kepada gurunya, majelisnya, dan ilmunya sendiri akan merasakan manisnya keberkahan ilmu tersebut dalam kehidupannya.
Penerapan Adab Berilmu dalam Kehidupan Sehari-hari
Bagaimana kita dapat menerapkan adab menuntut ilmu di masa sekarang?
- Luruskan Niat: Menuntut ilmu semata-mata untuk mencari ridha Allah, menghapuskan kebodohan dari diri sendiri dan orang lain, bukan untuk dipuji atau diperdebatkan.
- Hormati Guru dan Penyampai Kebaikan: Menjaga sopan santun saat bertanya, mendengarkan dengan simak, dan mendoakan kebaikan bagi mereka yang mengajari kita.
- Rendah Hati (Tawadhu): Makin bertambah ilmu, makin merasa sedikit yang kita ketahui, dan makin empati kepada sesama.
- Amalkan Ilmu: Manfaat tertinggi dari ilmu adalah ketika ia menjelma menjadi akhlak dan keteladanan yang baik.
Kesimpulan
Ilmu adalah cahaya, dan adab adalah lentera yang mengarahkannya. Tanpa adab, cahaya itu bisa membakar diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita.
Semoga Allah mengaruniai kita ilmu yang bermanfaat dan dihiasi dengan akhlak serta adab yang mulia.