Logo Berbagi Ilmu
Berbagi Ilmu Catatan & Berbagi
KEMBALI KE SEMUA ARTIKEL

Bahaya Hasad (Iri Hati): Mengikis Pahala Bagaikan Api Membakar Kayu Bakar

Mengenal penyakit hati berupa hasad/dengki, dampaknya bagi kebahagiaan hidup, serta penawar syar'i untuk menyembuhkannya.

T
Tim Berbagi Ilmu
• 2 mnt baca

Di antara sekian banyak penyakit hati, hasad (dengki) adalah salah satu yang paling berbahaya. Ia tidak hanya merusak hubungan antarmanusia, melainkan juga menghancurkan amalan ibadah seseorang tanpa disadari.


Memahami Arti Hasad

Hasad adalah sikap tidak senang atas nikmat yang didapatkan orang lain, disertai keinginan (baik disadari atau tidak) agar nikmat tersebut hilang dari orang tersebut.

Nabi ﷺ mengingatkan tentang bahaya besar penyakit ini:

“Hati-hatilah kalian dari dengki (hasad), karena sesungguhnya dengki itu memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.”
— (HR. Abu Daud)


Perbedaan Hasad dan Ghibthah (Iri yang Diperbolehkan)

Islam membedakan antara hasad yang haram dengan ghibthah yang diperbolehkan:

  • Hasad (Dengki): Menginginkan nikmat orang lain hilang dengki darinya. Ini hukumnya haram.
  • Ghibthah (Cemburu Positif): Menginginkan kenikmatan atau kebaikan yang sama seperti orang lain, tanpa mengharapkan nikmat orang tersebut hilang. Ini hukumnya boleh/dianjurkan (misal: iri melihat orang rajin bersedekah atau hafal Al-Qur’an).

Mengapa Orang Berhati Hasad Selalu Menderita?

Imam Ibnul Qayyim pernah menyebutkan bahwa pendengki adalah orang yang paling sengsara, karena hatinya terus terbakar oleh kenikmatan yang Allah bagikan kepada hamba-hamba-Nya.

  • Ia merasa menderita saat orang lain bahagia.
  • Ia merasa puas saat orang lain tertimpa musibah.
  • Pada hakikatnya, orang yang hasad sedang menjelaskan ketidaksetujuannya terhadap pembagian rezeki dari Allah.

Penawar dan Obati Penyakit Hasad

  1. Sadarilah Bahwa Rezeki Allah Maha Luas: Karunia Allah tidak akan habis hanya karena orang lain mendapatkannya.
  2. Doakan Kebaikan Bagi Orang yang Kita Iri dengannya: Rasulullah ﷺ menganjurkan jika melihat nikmat pada saudara kita, ucapkanlah Bârakallâhu fîk (Semoga Allah memberkahimu).
  3. Lawan dengan Kebaikan: Jika timbul perasaan iri pada seseorang, paksalah diri untuk menyapanya, memberinya hadiah, atau memujinya.
  4. Perbanyak Istighfar dan Dzikir: Minta perlindungan kepada Allah dari kejahatan pendengki (wa min syarri hâsidin idzâ hasad).

Kesimpulan

Bersihkan hati dari dengki agar hidup menjadi tenang. Lapang dada atas keberhasilan orang lain adalah tanda hati yang sehat dan bertakwa.