Logo Berbagi Ilmu
Berbagi Ilmu Catatan & Berbagi
KEMBALI KE SEMUA ARTIKEL

Menjaga Pandangan (Ghadhul Bashar): Kunci Ketenangan Jiwa di Zaman Fitnah

Mengapa perintah menjaga pandangan ditujukan terlebih dahulu kepada laki-laki? Keutamaan ghadhul bashar dan dampaknya bagi kesucian hati.

T
Tim Berbagi Ilmu
• 2 mnt baca

Di zaman di mana citra visual dan media digital memenuhi setiap sudut kehidupan, menjaga pandangan (ghadhul bashar) menjadi salah satu tantangan terbesar bagi setiap muslim dan muslimah.

Pandangan mata adalah pintu gerbang menuju hati. Apa yang ditangkap oleh mata akan diolah oleh pikiran dan diendapkan di dalam hati.


Perintah Al-Qur’an untuk Menjaga Pandangan

Allah SWT berfirman secara eksplisit:

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: ‘Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.’”
— (QS. An-Nur: 30)

Di ayat berikutnya (QS. An-Nur: 31), perintah serupa juga ditujukan kepada wanita beriman.


Manfaat Menjaga Pandangan Bagi Hati

  1. Merasakan Manisnya Kelezatan Iman:
    Orang yang menahan pandangannya semata-mata karena takut kepada Allah akan diberi ganti oleh Allah berupa kemanisan iman di dalam hatinya.
  2. Ketenangan Pikiran dan Hati:
    Mata yang bebas memandang hal-hal yang tidak halal akan memicu angan-angan kosong dan gelisah yang tiada habisnya.
  3. Terhindar dari Perbuatan Keji:
    Zina mata adalah awal dari segala bentuk kerusakan moril. Menjaga pandangan adalah benteng terdepan (preventif).

Langkah Praktis Menjaga Pandangan di Era Digital

  • Palingkan Pandangan pada Pandangan Pertama: Pandangan tak sengaja pertama dimaafkan, tetapi ulangan pandangan kedua adalah dosa.
  • Unfollow / Filter Konten Negatif: Bersihkan lini masa media sosial dari akun-akun atau konten yang mengumbar aurat.
  • Isi Waktu dengan Hal Bermanfaat: Pikiran yang sibuk dengan kebaikan tidak akan sempat memikirkan keburukan.

Kesimpulan

Menjaga pandangan bukan berarti menutup mata dari keindahan dunia, melainkan menundukkannya dari hal-hal yang diharamkan Allah demi menjaga kesucian jiwa.